Senin, 27 Juni 2011

HAWA NAFSU

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

― ― ― ― ―
HAWA NAFSU



ALLAH SWT menitipkan
hawa nafsu kepada
setiap makhluk-NYA,
termasuk manusia dan
binatang.

Perbedaannya
adalah bahwa manusia
diberikan akal oleh
ALLAH untuk dapat
mengendalikan hawa
nafsunya. Karena itulah
manusia merupakan
makhluk yang derajatnya
lebih tinggi daripada
binatang.

Tetapi pada
kenyataannya ternyata
gak sedikit manusia yang
ternyata lebih rendah
daripada binatang dalam
memperturutkan hawa
nafsunya. Hal ini terjadi
karena akal yang
seharusnya berfungsi
mengendalikan hawa
nafsu, namun pada
prakteknya malah justru
dikendalikan oleh hawa
nafsu.

Seakan-akan tugas
dan fungsi akal hanyalah
memikirkan bagaimana
caranya untuk
memuaskan hawa nafsu.
Ini semua bisa terjadi
karena gak adanya
kendali agama.

Padahal
sudah jelas Rasulullah
saw. sangat
mengkhawatirkan
apabila hawa nafsu
diperturutkan dengan
gak semestinya.

Karena
hawa nafsu yang
diperturutkan dapat
membinasakan manusia
itu sendiri.

Dan di dalam
Al-Qur’an pun banyak
sekali ayat-ayat yang
memperingatkan
manusia untuk gak
mengikuti atau
memperturutkan hawa
nafsunya.

Yang aku takuti
terhadap umatku ada
tiga perbuatan, yaitu
kesalahan seorang
ulama, hukum yang
dzalim, dan hawa nafsu
yang diperturutkan. (HR.
Asysyihaab)

Ada tiga perkara yang
membinasakan yaitu
hawa nafsu yang dituruti,
kekikiran yang dipatuhi,
dan seorang yang
membanggakan dirinya
sendiri. (HR. Ath-
Thabrani dan Anas)

Berikut ini adalah
beberapa ciri orang-
orang yang
memperturutkan hawa
nafsunya:

Suka berlebih-lebihan
dalam menikmati
kesenangan hidup

Gak pernah puas,
serakah dan tamak
dalam memenuhi
kebutuhan hidup

Berhati keras sehingga
sulit untuk menerima
nasihat-nasihat agama

Setiap hari yang ada di
dalam pikirannya hanya
urusan-urusan yang
berkaitan dengan mulut,
perut dan di bawah perut

Terus menerus
melakukan dosa besar
dan maksiat

Jika marah sampai gelap
mata dan gak mampu
mengendalikan emosinya

Suka mendendam kepada
orang yang dibenci dan
sulit memaafkan

Kalau mengerjakan
ibadah, dilakukan
dengan riya karena ingin
dilihat dan dipuji orang
lain

Orang-orang yang suka
memperturutkan hawa
nafsunya disebutkan
dalam Al-Qur’an jauh
lebih rendah daripada
binatang.
Dan sesungguhnya Kami
jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan
dari jin dan manusia,
mereka mempunyai hati,
tetapi tidak
dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat
Allah) dan mereka
mempunyai mata (tetapi)
tidak dipergunakannya
untuk melihat (tanda-
tanda kekuasaan Allah),
Dan mereka mempunyai
telinga (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat
Allah). Mereka itu
sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah
orang-orang yang lalai.
(QS. Al-A’raaf [7]: 179)


Mereka punya akal tapi
gak dipergunakan untuk
berfikir pada jalan yang
benar, mereka memiliki
mata tapi gak dipakai
untuk melihat yang
benar, mereka memiliki
pendengaran juga gak
dipakai untuk
mendengar kalimat-
kalimat ALLAH yang
seharusnya dapat
menuntun hidup mereka.
Akhirnya mereka gak
ada ubahnya seperti
binatang bahkan lebih
rendah daripada
binatang.
Hawa nafsu yang
diperturukan mampu
membutakan mata,
menulikan telinga dan
menumpulkan akal
sehingga membuat
seseorang gak mampu
untuk berjalan ke arah
yang benar, ke jalan
yang diridhoi ALLAH SWT.

Dan siapakah yang lebih
sesat daripada orang
yang mengikuti hawa
nafsunya dengan tidak
mendapat petunjuk dari
ALLAH sedikitpun.(QS.
Al-Qashash [28]: 50)

Terangkanlah kepadaku
tentang orang yang
menjadikan hawa
nafsunya sebagai
tuhannya.(QS. Al-
Furqaan [25]: 43)

Semoga kita semua
termasuk ke dalam
golongan orang-orang
yang mampu
mengendalikan hawa
nafsu.. Semoga kita
semua bukanlah
termasuk ke dalam
golongan orang-orang
yang lebih rendah dan
hina daripada binatang..
Amin yaa ALLAH..

Diriwayatkan melalui
Imam Shâdiq bahwa
Rasulullah saw bersabda:
“Waspadalah terhadap
hawa nafsu kalian
sebagaimana kamu
sekalian waspada
terhadap musuh. Tiada
yang lebih pantang bagi
manusia daripada
mengikuti hawa, nafsu
dan ketergelinciran lidah
yang tak bertulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar